Hidup Untuk ( Belajar ) Untuk Hidup

ImageMari kita analogikan diri kita sebagai daun talas, kemudian air sebagai materi-materi akademik yang menjadi makanan pokok sehari-hari dalam menempuh sebuah studi. Sementara itu, ada pula pengaruh lain dari lingkungan sekitar si “daun”. Beragam stimulus ataupun enzim yang dimiliki dari dalam si “daun” juga bukanlah unsur yang patut kita tinggalkan begitu saja.

Pertama, sebuah kondisi dimana seorang pribadi yang dalam situasi tertentu sering dikategorikan sebagai “kutu buku”, “kuper” dan sebagainya. Setiap saat, si “daun” tertetesi oleh air-air, sedangkan di saat bersamaan cuaca sedang tidak bersahabat dan sebentar lagi akan turun hujan. Tentunya, air tidak terbendung lagi di atas naungan si “daun”, oleh karenanya air tersebut menetes dan mengalir terus menerus.

Kedua, sebuah kondisi dimana seorang pribadi yang dalam hal ini mampu memilah-milah situasi dimana ia harus berkutat dengan sisi akademik dan sisi sosialisasi. Sama halnya dengan pengandaian pertama, si “daun” tertetesi oleh air-air, namun si “daun” ternyata lebih cermat dan taktis dalam menggunakan anugerah-anugerah yang dikaruniakan kepadanya. Melalui enzim yang dimilikinya, serta melibatkan pengaruh dari lingkungan luar seperti sinar matahari, kedua hal tersebut secara berkesinambungan membantu proses metabolisme dalam daun dan mempercepat proses evaporasi pada “daun” tersebut.

Sebuah makna yang ada dari analogi sederhana tersebut dan mengajak kita untuk bersama-sama mengintruspeksi diri, membenahi diri agar menjadi seorang pribadi yang tidak resisten terhadap isu-isu tertentu di sekeliling “daun” atau problem yang ada di sekitar kita.

Sejauh hal-hal itu memiliki nilai baik, dimana semakin membangun sisi positif serta mengikis sisi negatif dalam diri kita, sangatlah bijak bila kita hidupi hal tersebut. Baik adanya bahwa kita saling berbenah agar lebih terbuka sekaligus lebih mendewasakan diri dalam dinamika kehidupan guna menjawab tantangan jaman yang sesungguhnya.

Dan dari semuanya itu, hendaknya kita sadari bersama bahwa kita lakukan hal-hal tersebut semata-mata demi lebih besarnya kemuliaan-Nya !

Ad Maiorem Dei Gloriam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s